Senin, 16 Oktober 2017

KISAH ITU PERNAH ADA

Agus Solikhin Dulhadi, anda lagi baper?
Hidup memang merupakan perjalanan, di dalamnya ada banyak fase, setiap awal pasti akan ada akhir, ada saat kita datang ada saat kita pergi, juga ada saat kita bertemu meskipun pada akhirnya kita harus berpisah. Ketika kita berpisah, pergi, berpamitan atau ketika suatu kisah berakhir maka akan ada rasa kehilangan.
Hari terus berganti dan waktu terus bergulir, segala sesuatu akan usang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Pada akhirnya rasa kehilangan itu tidak ada lagi, rutinitas harian akan berjalan sebagaimana biasanya, semua akan seperti sediakala seperti sebelum kedatangannya. Meskipun rasa tidak akan pernah hilang, hanya tertimbun dalam rekaman memori bahwa kisah itu pernah ada.
Setiap akhir suatu kisah akan berganti dengan kisah berikutnya, mungkin dengan orang-orang yang berbeda dan di tempat yang berbeda. Setiap orang sedang mengukir kisah hidupnya masing-masing dan setiap orang sedang berjalan menuju takdir masa depannya atau berjalan menuju masa depan yang menjadi takdir hidupnya.

Rabu, 13 September 2017

TUMPUAN KERESAHAN

Malam, kamu gelap dan sunyi juga sepi, tapi kamu penuh makna.
Semua rasa terkumpul pada satu saat, memecah kesunyian.
Dalam hamparan gelap sekalipun, titik cahaya akan selalu ada, menenangkan semua ketidakmungkinan dan ketidakpastian.
Malam, kamu adalah saat tumpuan keresahan dan curahan hati, yang selalu bersembunyi di balik mimik wajah kepalsuan siang.
Dan ketika bulan dan bintang tertutup awan, tapi tidak selalu untuk sepanjang malam, karena mereka bergerak bukan untuk selalu berdampingan dan mengalahkan satu dengan yang lainnya.
Malam, mimpimu akan terwujud pada siang hari, karena anganmu tercurah untuk ketidakpastian hari esok.
Dan akhirnya malam ditutup dengan pejaman mata yang menghapus segala rasa yang melelahkan.

KAU TAKKAN PERNAH BERTANYA MENGAPA?




Air Supply (goodbye)
Bisa ku lihat luka menyala di matamu
Dan ku tahu betapa keras tlah kau coba
Kau layak mendapat yang jauh lebih baik
Bisa kurasakan isi hatimu dan aku bersimpati
Dan aku takkan pernah mengecam semua takdirmu bagi hidupku
Aku tak ingin membuatmu bersedih
Aku tak ingin mendustaimu
Aku tak ingin mencegahmu ke tempat yang seharusnya
Kau takkan pernah bertanya kenapa
Hatiku begitu tersamar
Aku tak bisa lagi berbohong
Lebih baik ku lukai diriku sendiri daripada harus membuatmu menangis
Tak ada lagi yang perlu dikatakan selain selamat tinggal
Kau layak mendapat kesempatan merasakan baiknya cinta
Aku tak yakin aku layak mendapatkannya
Kehilanganmu sangat menyakitkan bagiku

Jumat, 19 Mei 2017

PERSOALAN KLASIK




Hujan yang dirindukan
Penghuni bumi merajut karena hujan yang tak kunjung turun.
Awan hitam pembawa titik air sudah lama tak kunjung datang.
Sedangkan bumi sudah mulai mengering.
Risau sudah menghatui para petani, dengan penuh tanda tanya.
Masa depan yang sudah dipertaruhkan.
Dan ketika alam punya takarannya sendiri.
Persoalan klasik tanpa solusi yang memadai.
Dan kehadiran Negara tidak signifikan dalam menghadapi persoalan ini.
Lagi-lagi rakyat seolah sendirian menghadapi persoalan-persoalannya.

Kamis, 18 Mei 2017

KEGELAPAN PERADABAN



Ketika pejuang nilai-nilai kemanusiaan dianggap musuh peradaban.
Dan dunia menjadi terbalik.
Yang benar dan yang salah tiba-tiba bertukar posisi.
Kebenaran dijadikan musuh bersama.
Ketika krisis nilai melanda dunia.
Dan potensi kehancuran peradaban tak mungkin dapat dihalau.
Peradaban tanpa nilai-nilai kebenaran dan kebaikan tidak mungkin dapat memuliakan manusia.
Kemajuan yang semu itu hakekatnya mempercepat kehancuran peradaban itu sendiri.
Maju tapi hampa, pintar tapi hatinya kosong. Terlahirlah generasi tanpa nurani.
Menghalalkan segala cara untuk mencapai hasrat pribadi adalah hal yang lumrah.
Dan peradaban tidak lagi bisa menopang kegalauan dan keresahan segenap jiwa.
Maka selamat datang masa kegelapan peradaban di tengah klaim kemajuan pengetahuan dan teknologi.
Tanpa nilai-nilai kebenaran dan kebaikan juga keadilan peradaban pasti akan hancur dengan sendirinya, tak perlu bencana alam yang dahsyat untuk meratakannya.