Rabu, 13 September 2017

TUMPUAN KERESAHAN

Malam, kamu gelap dan sunyi juga sepi, tapi kamu penuh makna.
Semua rasa terkumpul pada satu saat, memecah kesunyian.
Dalam hamparan gelap sekalipun, titik cahaya akan selalu ada, menenangkan semua ketidakmungkinan dan ketidakpastian.
Malam, kamu adalah saat tumpuan keresahan dan curahan hati, yang selalu bersembunyi di balik mimik wajah kepalsuan siang.
Dan ketika bulan dan bintang tertutup awan, tapi tidak selalu untuk sepanjang malam, karena mereka bergerak bukan untuk selalu berdampingan dan mengalahkan satu dengan yang lainnya.
Malam, mimpimu akan terwujud pada siang hari, karena anganmu tercurah untuk ketidakpastian hari esok.
Dan akhirnya malam ditutup dengan pejaman mata yang menghapus segala rasa yang melelahkan.

KAU TAKKAN PERNAH BERTANYA MENGAPA?




Air Supply (goodbye)
Bisa ku lihat luka menyala di matamu
Dan ku tahu betapa keras tlah kau coba
Kau layak mendapat yang jauh lebih baik
Bisa kurasakan isi hatimu dan aku bersimpati
Dan aku takkan pernah mengecam semua takdirmu bagi hidupku
Aku tak ingin membuatmu bersedih
Aku tak ingin mendustaimu
Aku tak ingin mencegahmu ke tempat yang seharusnya
Kau takkan pernah bertanya kenapa
Hatiku begitu tersamar
Aku tak bisa lagi berbohong
Lebih baik ku lukai diriku sendiri daripada harus membuatmu menangis
Tak ada lagi yang perlu dikatakan selain selamat tinggal
Kau layak mendapat kesempatan merasakan baiknya cinta
Aku tak yakin aku layak mendapatkannya
Kehilanganmu sangat menyakitkan bagiku