Malam, kamu
gelap dan sunyi juga sepi, tapi kamu penuh makna.
Semua rasa
terkumpul pada satu saat, memecah kesunyian.
Dalam hamparan
gelap sekalipun, titik cahaya akan selalu ada, menenangkan semua
ketidakmungkinan dan ketidakpastian.
Malam, kamu
adalah saat tumpuan keresahan dan curahan hati, yang selalu bersembunyi di
balik mimik wajah kepalsuan siang.
Dan ketika bulan
dan bintang tertutup awan, tapi tidak selalu untuk sepanjang malam, karena
mereka bergerak bukan untuk selalu berdampingan dan mengalahkan satu dengan
yang lainnya.
Malam, mimpimu
akan terwujud pada siang hari, karena anganmu tercurah untuk ketidakpastian
hari esok.
Dan akhirnya
malam ditutup dengan pejaman mata yang menghapus segala rasa yang melelahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar