Minggu, 30 April 2017

MENJADI BIJAK



Susahnya hidup atau kegagalan atau kesulitan-kesulitan yang dialami adalah tempaan agar belajar menjadi bijak dalam memandang hidup dan kehidupan, begitu nasehat yang pernah didengar. Kesusahan dan kesulitan itu akan melatih hati menjadi peka ketika melihat atau mendengar kesusahan yang dialami oleh lain orang, sehingga mendorong kita untuk berbuat baik dan welas asih terhadap sesama tanpa kecuali. Konon kedewasaan juga bisa berkembang lewat kesusahan dan kesulitan yang dihadapi. Dan orang-orang yang hebat dan sukses kabarnya dilahirkan dari tempaan hidup yang penuh kesulitan bahkan kesusahan meskipun kehidupan keluarganya bergelimang harta sekalipun. Karena hidup adalah tentang bagaimana memecahkan masalah, baik untuk diri sendiri, orang lain maupun untuk orang banyak.

NESTAPA



Dulu ketika mengikuti takbir keliling di Jakarta sempat melihat sisi lain dari ibu kota yang cukup mengelus dada. Di sepanjang jalan sering melihat mereka yang mungkin kurang bernasib baik. Seorang ibu dengan anak2nya tidur di dekat taman di pinggir jalan, betapa susah ngebayangin karena tak punya rumah, betapa nestapa ibu dan anak-anaknya kena terpaan angin malam.
Bukan saja di Jakarta tapi hampir di setiap kota di negeri ini, kasihan banget melihat anak-anak di bawah umur mengamen atau meminta-minta di jalan. Yang sekolah saja masa depannya tidak menentu apalagi mereka yang tidak sekolah, duh Negara ini terlalu lemah untuk bisa mengangkat harkat dan martabat rakyatnya.

Sabtu, 29 April 2017

IMPIAN



Kalau menanyatakan cita-cita anak seumuran SD atau TK sungguh luar biasa, cita-cita mulia setinggi langit, itu jawabannya. Lebih tersentuh lagi bukan saja dirinya yang bercita-cita ingin sukses mencapai karir tertinggi, namun juga mereka ingin membahagiakan orang tua dan orang-orang sekitar mereka. Apapun itu, nurani dasar manusia pasti ingin menjadi orang yang bermanfaat dan bisa berbagi dengan sesamanya. Cita-cita perlu dipelihara, karena rentan terkikis keadaan dan waktu, jangan sampai lenyap dari impian anak-anak yang kita sayangi. Cita-cita perlu dikuatkan dengan memberi dukungan dan mengarahkannya terus berkembang, agar tidak meredup. Jangan sampai semangat menggapai cita-cita surut hingga motivasi belajar menjadi rendah karena terlanjur kecanduan gadget misalnya, ini kan konyol namanya.
Mimpi dan impian harus dipelihara, apapun keadaannya dan apapun yang terjadi, langkah kaki tidak boleh terhenti, itu yang seharusnya ditanamkan dalam diri setiap individu. Kalau keadaan memaksa untuk berhenti melangkah, ini hanya masalah waktu saja, akan ada hari esok lagi untuk melanjutkannya, yang terpenting impian itu tidak hilang. Semua ada masanya, semua yang ada di bawah kolom langit ada gilirannya, hanya impian yang tertunda untuk menggapainya.
Jangan kecilkan bahwa semua berawal dari mimpi, angan-angan dan cita-cita. Bangsa yang besar diawali dengan mimpi dan cita-cita besar segenap anak bangsanya, dan yang tidak kalah penting mampu memelihara mimpi dan cita-cita itu hingga tetap menggantung 5 cm di depan mata atau dahi, jangan sampai terjatuh, kayak judul film.
Kenapa sih harus cita-cita, impian, mimpi, angan-angan atau harapan, karena dengan itu semua adalah sebuah alasan kenapa kita sampai saat ini mampu bertahan dan mungkin tetap tersenyum dengan apapun yang terjadi dan yang dirasakan. Hanya manusia yang mempunyai mimpi yang akan bertahan ditengah ketidakpastian masa depan.

WARNA



Sudah masyhur bahwa yang dikejar oleh kita adalah kekuasaan, harta dan cinta. Hidup merupakan pilihan meskipun terkadang keadaan memaksa kita untuk tidak bisa memilih. Ada seorang biasa yang rela meninggalkan cintanya demi sebuah kekuasaan dan setumpuk harta atau sebaliknya ada seorang bangsawan atau putra mahkota yang rela meninggalkan kekuasaan dan hartanya demi mengejar cinta.

Hidup memang misteri, apa yang semestinya terkadang tidak terletak pada tempat yang semestinya. Hati yang darinya segala macam keputusan hidup bersumber, hakekatnya hanya milik penciptaNya. Terkadang memikirkan orang yang tidak pernah memikirkan kita, di sisi yang lain ada yang memikirkan kita tapi kita tidak memikirkannya, alangkah idealnya kita mengutamakan memikirkan mereka yang memikirkan kita hingga darinya terbangun saling memberi dan saling menerima, hidup memang akan selalu menjadi misteri. Sering tidak bisa memahami dan membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, terlalu banyak kejutan dan warna. Tidak ada kepastian, yang pasti hanya waktu akan terus bergulir mengusangkan hari ini dan esok nanti apalagi masa silam.

PEMBATAS



Dalam hidup hanya ada dua pilihan, ditinggalkan atau meninggalkan meskipun diantaranya ada kebersamaan, atau jangan-jangan kebersamaan hanya merupakan fase pembatas antara ditinggalkan dengan meninggalkan. Setiap orang sedang menuju kesendirian, kesendirian yang pasti adalah peristirahatan terakhir. Bahagia dalam kebersamaan dan kesedihan di kala ditinggalkan atau riang di saat meninggalkan hanya masalah warna rasa kehidupan, semua orang akan mengalaminya sebagai resiko hidup di alam fana ini. Di saat tertawa, tersenyum, marah atau menangis dan setelahnya, kita masih tetap sebagai kita.

Selasa, 18 April 2017

ENTAHLAH

Ketika mengayunkan langkah, sesekali mata menatap jauh ke depan,
Samar terlihat bahkan sesekali tidak jelas yang nampak, atau seperti fatamorgana, entahlah.
Kenapa harus minta garansi, satu langkah, dua langkah, tiga langkah saja kita nggak pernah tau apa hari akan selalu cerah, apa nggak pernah ngebayangin kalau tiba-tiba langit menjadi gelap dan mendadak angin menerpa dan hujan lebat turun, apa kita akan terus berjalan.
Meski untuk tetap berjalan, nggak harus ketika keadaan alam sedang bersahabat. Tapi bagaimanapun kita selalu merindukan hari yang cerah, suasana alam yang tenang dan manja agar setiap ayunan langkah akan terasa ringan dan riang. Dan sesekali kita tidak mengharap belas kasihan alam, biarkan alam menjadi dirinya sendiri dan apa adanya. Setiap apa yang dituju akan ada saatnya dan masanya untuk bisa mencapainya, hanya saja ada saat yang membuat sebuah keyakinan menjadi pudar, meski tidak sampai terhapus. Hari te terus berganti dan waktu terus bergulir, senyumin saja kalau sudah terasa berat, karena itu hanya sesaat, nggak mungkin hari akan selalu gelap meskipun tidak selalu cerah. Yang paling penting kita masih bisa tegak berdiri dan lebih manis ketika kita tersenyum, itu artinya kita masih baik-baik saja dan selalu siap dengan cerita yang baru.