Kamis, 18 Mei 2017

AKAN ADA SAATNYA



Debu musim kemarau yang tersapu oleh kencangnya terpaan angin.
Kedatangannya tidak pernah diinginkan oleh lalu-lalang mereka yang melintas.
Sebentar saja hinggap, tak seberapa lama diusap dan tercampakkan lagi ke asalnya.
Kemudian terpaan angin lagi membuatnya terbang dan hinggap untuk kesekian kalinya.
Bukan angin yang tidak pernah lelah, tapi debu yang begitu penurut ikut ke mana angin membawanya.
Setakat itu debu dianggap kotoran yang harus dijauhi dan dihalau kedatangannya.
Dan musim kemarau tak kunjung berlalu, menggersangkan semua yang menghijau.
Dan debu pun bisa lebih jauh lagi untuk terbang dan lebih bebas untuk hinggap.
Sedangkan air menjadi langka dan berharga.
Debu yang dianggap kotor dan dijauhi itu akhirnya dicari dan dirasa manfaatnya.
Debu seakan menjadi barang berharga sebagai media bersuci untuk menghadap Tuhan.
Debu digunakan untuk mengusap tangan dan wajah sebagai pengganti air.
Mungkin akan ada saatnya ketika keadaan merubah cara pandang seseorang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar