Kalau
menanyatakan cita-cita anak seumuran SD atau TK sungguh luar biasa, cita-cita
mulia setinggi langit, itu jawabannya. Lebih tersentuh lagi bukan saja dirinya
yang bercita-cita ingin sukses mencapai karir tertinggi, namun juga mereka
ingin membahagiakan orang tua dan orang-orang sekitar mereka. Apapun itu,
nurani dasar manusia pasti ingin menjadi orang yang bermanfaat dan bisa berbagi
dengan sesamanya. Cita-cita perlu dipelihara, karena rentan terkikis keadaan
dan waktu, jangan sampai lenyap dari impian anak-anak yang kita sayangi.
Cita-cita perlu dikuatkan dengan memberi dukungan dan mengarahkannya terus
berkembang, agar tidak meredup. Jangan sampai semangat menggapai cita-cita
surut hingga motivasi belajar menjadi rendah karena terlanjur kecanduan gadget
misalnya, ini kan konyol namanya.
Mimpi
dan impian harus dipelihara, apapun keadaannya dan apapun yang terjadi, langkah
kaki tidak boleh terhenti, itu yang seharusnya ditanamkan dalam diri setiap
individu. Kalau keadaan memaksa untuk berhenti melangkah, ini hanya masalah
waktu saja, akan ada hari esok lagi untuk melanjutkannya, yang terpenting
impian itu tidak hilang. Semua ada masanya, semua yang ada di bawah kolom
langit ada gilirannya, hanya impian yang tertunda untuk menggapainya.
Jangan
kecilkan bahwa semua berawal dari mimpi, angan-angan dan cita-cita. Bangsa yang
besar diawali dengan mimpi dan cita-cita besar segenap anak bangsanya, dan yang
tidak kalah penting mampu memelihara mimpi dan cita-cita itu hingga tetap
menggantung 5 cm di depan mata atau dahi, jangan sampai terjatuh, kayak judul
film.
Kenapa
sih harus cita-cita, impian, mimpi, angan-angan atau harapan, karena dengan itu
semua adalah sebuah alasan kenapa kita sampai saat ini mampu bertahan dan
mungkin tetap tersenyum dengan apapun yang terjadi dan yang dirasakan. Hanya
manusia yang mempunyai mimpi yang akan bertahan ditengah ketidakpastian masa
depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar